Site Loader

Memilih Kamera Terbaik Untuk Traveling

Lebih bagus mana antara kamera DSLR atau Mirorless? Lebih bagus Nikon apa Canon? Lebih bagus Sony apa Fujifilm? Kamera apa ya yang cocok untuk pemula?
 
Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu. Dan rata-rata membandingkan antara merk satu dengan merk yang lainnya. Kebanyakan sebenernya mereka sudah tau mau membeli kamera apa, hanya masih ragu kemudian membandingkan kamera yang dia pingin dengan kamera lainnya.
 
Kalo katanya Arbain Rambey, belilah kamera semahal yang kamu mampu, itu juga yang selalu saya sampaikan ke orang yang tanya kamera apa yang cocok untuk dia. Jawaban ini bukan berarti kamera mahal = hasil foto bagus ya, tapi lebih kepada fiturnya. Kamera dengan harga yang lebih mahal bisa dipastikan memiliki fitur yang lebih bagus daripada kamera dengan harga yang lebih murah. Fitur kamera yang bagus belum tentu menghasilkan foto yang bagus.
 
Nah, jadi kamera apa yang cocok untuk kamu?
 
Kebutuhan Kamera
Saya bukan termasuk yang suka gonta-ganti kamera, jika harus ganti kamera biasanya karena kamera lama saya rusak atau kamera baru nya memiliki fitur khusus, misalnya untuk motret sport yang membutuhkan fps yang tinggi. Kamera pertama saya Nikon D3100, kemudian naik ke Nikon D90, coba-coba mirrorless Olympus, Canon 7D, Canon 760D, sampai mirorless Sony A6000.
 
Setiap kamera memiliki keutamaannya masing-masing, misalnya kenapa saya memilih Canon 7D, karena memiliki fps yang lumayan tinggi untuk motret sport. Ternyata kamera Canon 7D tidak memenuhi kebutuhan untuk traveling karena terlalu berat, jadi saya ganti ke Sony A6000 yang memili auto fokus dan fps lebih bagus dari Canon 7D dengan body yang lebih kecil.
Jika kebutuhannya untuk traveling, pilihlah kamera mirorless karena bodynya yang kecil akan memudahkan untuk dibawa kemana-mana. Mungkin akan ada yang bingung, sebenernya mirrorless dan DSLR bagus mana? Dikelas yang sama, DSLR dan mirrorless SAMA bagusnya. Mirrorless tidak menggunakan cermin seperti kamera DSLR sehingga memangkas ukuran body kameranya tanpa mengurangi kualitas.
 
 
Stop Memikirkan Merk Untuk Body
Daripada membuang waktu untuk memikirkan body kamera yang baling bagus, pilihlah lensa yang paling bagus. Ada salah satu fotografer wedding di Surabaya yang menggunakan kamera dengan body yang biasa saja, tapi dia menggunakan lensa yang bagus, hasilnya pun juga sangat bagus.
Di Sony A6000 saya misalnya saya menggunakan lensa kit bawaannya 16-50mm, lalu saya coba bandingkan dengan jika menggunakan lensa fix 85mm, hasilnya pun juga berbeda, berbeda jauh! Jika ada waktu cobalah masuk forum-forum fotografi baik Indonesia maupun luar negeri, jika ada foto yang sangat bagus, mostly tersangkanya adalah lensa yang bagus dan mahal. Investkanlah uangmu untuk membeli lensa termahal yang kamu mampu.
 
Setelah kamera punya kamera dan lensa yang bagus tapi hasil foto saya kok tetap kurang bagus ya? Saya sering nih mengalami yang begini, saat saya mengggunakan kamera Sony A6000 malah kalah bagus dengan kamera iPhone. Mungkin karena istilah Man Behind The Camera jawabannya.
 
Man Behind The Camera
Banyak foto-foto di Instagram yang menggunakan kamera iphone tapi memiliki likes yang banyak banget, tapi banyak juga foto dengan kamera DSLR atau mirrorless tapi hasilnya biasa saja. Sayapun sering mengalami ini, foto menggunakan xiaomi yi malah lebih bagus daripada menggunakan go pro. Foto pakai iphone malah lebih bagus daripada foto menggunakan mirrorless.
Untuk mendapatkan foto yang bagus, seorang fotografer harus menguasai banyak faktor,  segitiga exposure, angel, komposisi, dan kemampuan menganalisa jatuhnya cahaya. Cahaya yang tepat dengan pengambilan angel yang pas akan semakin membuat foto kamu menarik dan dramatis. Momen yang tepat juga bisa membuat fotomu semakin keren. Untuk belajar fotografi, kamu tidak harus langsung mempelajari semuanya dalam satu waktu, belajarlah pelan-pelan dengan sering-sering melihat karya fotografer lain yang menjadi rujukanmu, dan sering-seringlah memotret.
 
Man Behind The Computer/Smartphone
Jangan gengsi untuk melakukan editing dalam sebuah foto. Terkadang foto yang dihasilkan oleh kamera tidak bisa sempurna, bisa karena ada noise, shadow yang kurang, highlight yang berlebihan, atau perlu adanya cropping. Disinlah kemampuan editing menjadi sangat penting.
Ada banyak aplikasi photo editing untuk menjadi pilihan, ada lightroom, photoshop, VSCO, Snapseed. Semakin kamu mencoba mengedit hasil foto, semakin kamu tau aplikasi mana yang cocok untuk editing foto.
 
 Jadi mau beli kamera apa?

 

Kalo masih bingung pinjam saja dulu, atau sewa berbagai jenis kamera dan tentukan mana yang cocok untuk kamu. Jangan lupa, man behind the camera and computer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts